Orkestra dan choirs

Prelude
Ouverture
Perkumpulan Kesenian
Kamp-kamp Jepang
Orkestra dan choirs
Komponis
Artis
Sticusa dan Erasmushuis
Encores atau links
Peneliti
Kronologi dan peta
Radio
Gedung-gedung Kesenian
Gamelan
Kritik-kritik
Kliping
Programa dan Resensi
Buku Tamu
 
Radio Philharmonisch Orkest 1948-1950          Print Version/Afdruk Versie

Pada tahun 1947 di Den Haag dan Jakarta pada saat yang sama timbul
rencana untuk memberi status profesional kepada Siaran Orkes di Jakarta.
   Kementerian Wilayah Seberang Laut menyarankan agar dirigen Yvon Baarspul dihubungi dan diminta untuk membentuk sebuah orkes simfoni yang bernilai sepenuhnya di Jakarta, dan yang mampu memperdengarkan repertoar yang   lengkap. Digabungkan dengan orkes NIROM yang sudah ada, maka ensambel  itu akan meliputi 63 anggota. Para pemusik (yang kebanyakan pria) ditawari  kontrak dua tahun, sedang pemerintah Belanda mensponsori prakarsa itu.Karena keadaan di 'wilayah Timur' sama sekali belum aman waktu itu, usaha  itu bisa disebut mengandung bahaya. Bagaimanapun, 'di wilayah seberang laut'  yang masih tegang itu ada kebutuhan mendesak akan hiburan budaya.

Alhasil: Pada 5 Juni 1948, 27 orang dengan penuh minat berangkat dengan
kapal M.S. Garoet, dari Rotterdam ke Indonesia. Beberapa waktu kemudian 12  pemusik lain menyusul dengan naik pesawat terbang. Pemain biola Herman v.d. Vegt dibebaskan dari tugasnya selama satu tahun untuk membantu Baarspul sebagai pemain biola yang utama.

Para anggota orkes yang tiba dari Belanda, ditampung di Hotel Chaulan, tidak jauh dari gedung RRI di sekitar Lapangan Merdeka. Setahun kemudian istri- istri dan anak-anak mereka datang juga. Di masa itu sedang dibangun sebuah daerah perumahan yang baru di pinggiran kota Jakarta, dan akhirnya sebagian besar dari mereka bertempat tinggal di situ.

Dengan segera mereka mengadakan latihan di studio RRI yang luas, yang 
waktu itu bernama Radio Omroep in (den) Overgangstijd, ROIO (Siaran radio di masa peralihan). Wakil Presiden Mohammad Hatta menjadi bapak pelindung orkes yang baru itu.

Pada tanggal 30 Agustus 1948 dipagelarkan konser pembukaan di Garden Hall (sekarang Taman Ismail Marzuki), yang dipenuhi oleh paling sedikit 1000 penonton. Semua karcis habis terjual. Acaranya: karya-karya Bach, Geraerdts dan Brahms, dengan banrtuan paduan suara Oratorium.

Dalam kedua tahun keberadaan orkes itu, beberapa anggotanya membentuk
rombongan musik yang terbatas. Demikianlah terbentuk misalnya dua kwartet musik gesek. ''Radio Philharmonisch Blaaskwintet'' (rombongan lima pemain instrimun tiup) tampil bersama kedua pemain piano Frans Szabo dan Dousa Poliakine, dan diadakan pula banyak resital dan pagelaran tunggal.
 Orkes itu mengadakan sejumlah turne:
 -September '49 dengan kapal M.S. Ophir ke Semarang, Surabaya dan Bali.
 (Kapal itu berfungsi juga sebagai hotel).
-November '49 naik pesawat terbang ke Singapura untuk mengadakan
 lima konser di 'Victoria Memorial Hall' dan sebuah konser-pemuda di
 'Happy World', sebuah tenda yang sangat besar.
 -pada akhir tahun '49 dua konser di Plaju, dekat Palembang. Dari R.PH.Orkest telah terbentuk juga sebuah rombongan orkes terbatas
 (orkes ruangan) yang dipimpin oleh dirigen Frits Hinze. Mereka terutama tampil di Gedung Kesenian setempat. Sementara itu, Orkes Cosmopolitain yang dipimpin oleh Jos Cleber mempagelarkan repertoar yang lebih ringan. Pada waktu bersamaan, minat dari pihak Indonesia dan Cina semakin bertambah.

Direksi ''ROIO'' yang dengan dukungan kuat dari pemerintah dapat mendirikan orkes simfoni yang baru itu, berpendapat bahwa tujuan budaya lembaga itu akan tercapai dengan lebih baik kalau orkes itu tidak semata-mata tampil di dalam lingkungan studio saja, melainkan sedapat mungkin menyiarkan pagelarannya dari dalam ruangan konser. Biasanya konser-konser itu direkam dulu, dan baru kemudian disiarkan dari berbagai pemancar penyambung di Indonesia, a.l. di Semarang, Surabaya, Bandung dan Makasar. Kecuali di Taman Ismail Marzuki, diadakan juga konser-konser di Gereja Imanuel, Gereja Zion, Gedung Kesenian dan di  gedung ''Concordia'' di Batavia.

Rangkaian tujuh konser,  yang dibaktikan kepada para komponis Belanda,
dipagelarkan di ruang  RRI yang luas di Jakarta. Susunan dan redaksinya 
dipegang oleh pemain hobo Victor Swillens. Konser-konser itu juga disiarkan oleh pemancar-pemancar di Semarang dan Surabaya.Kedua konser perpisahan yang diadakan oleh orkes Radio-Philharmonisch pada bulan Juni 1950 memperdengarkan simfoni ke-9 karya Ludwig van Beethoven, dibantu oleh paduan suara gabungan wanita dan pria. Dalam
 kesempatan itu Yvon Baarspul dianugerahi bintang Ridder in der Orde van
 Oranje-Nassau. Para musikus pulang ke tanah air dengan kapal M.S. ''Johan van Oldenbarnevelt''. Mereka berangkat  21 Juli 1950 dan tiba di Amsterdam tanggal 17 Agustus. Di kemudian hari beberapa anggota orkes itu kembali ke Indonesia dan membentuk ''Orkes Radio Jakarta'' di bawah pimpinan Henk te Strake, yang aktif sampai 1953.



                                 Yvon Baarspul

                        Dirigen Orkes Radio Philharmonisch di Jakarta

Print Version/Afdruk Versie